2 Mahasiswa UIN SGD Bandung akan Ikuti LIMUN 2013 di London

[www.uinsgd.ac.id] Yute dan Kanis, dua orang mahasiswa semester 1 jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) Fakultas Adab dan Humanora, akan mengikuti London Internasional Model United Nations (LIMUN) 2013 di London pada tanggal 15-17 Februari 2013.  LIMUN adalah sebuah konferensi independen tahunan yang bertujuan untuk memperpanjang empati budaya, pemahaman international affairs, dan pengetahuan mengenai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kalangan pemuda melalui penyelenggaraan sebuah konferensi Model United Nations (MUN).

Model United Nations (MUN)  merupakan simulasi akademik PBB yang bertujuan untuk mendidik peserta tentang peristiwa yang terjadi saat ini, topik dalam hubungan internasional, diplomasi, dan agenda PBB.

LIMUN yang ke-14 akan berlangsung pada tahun 2013 di United Kingdom, London. Event ini diperuntukan khusus untuk Mahasiswa yang berusia 18-35 tahun di seluruh dunia. Proses pendaftaran LIMUN itu sendiri bisa dilakukan secara online melalui website mereka.

Setiap tahun, lebih dari 1.500 mahasiswa dari seluruh dunia menghadiri LIMUN. Bulan Februari tepatnya tanggal 15-17 ditahun 2013 akan menjadi kali pertama UIN SGD Bandung mengirimkan dua mahasiswanya untuk meluncur ke London dan ikut serta dalam event bergengsi tersebut, menyusul Unpad, UI dan Undip yang rupanya sudah lebih dulu pernah mengikuti event international ini.

Yute, yang mengusulkan ketua jurusan BSI Dedi Sulaeman untuk menyertai mahasiswa UIN SGD Bandung dalam acara Internasional tahunan tersebut. “Pak Dedi langsung memberikan respon positif terhadap acara LIMUN ini. Beliau pun akan turut ikut serta menjadi perwakilan mahasiswa dari UIN berhubung beliau masih berstatus mahasiswa S3,” ungkapnya, Kamis (20/12), seperti dilansir SuakaOnline.

Tentunya untuk bisa ikut dalam acara LIMUN ini butuh seleksi. Selain harus berwawasan luas tentunya calon peserta LIMUN dituntut untuk fluent in English alias fasih berbahasa inggris.

“Awalnya ada 4 orang mahasiswa BSI yang terpilih untuk keikutsertaannya dalam acara ini. Tapi dikarenakan adanya satu faktor dan lain hal, akhirnya UIN hanya mengirimkan 2 orang mahasiswa yaitu saya sama Kanis (Mahasiswa BSI semester 1, -Red),” ujar Yute.

“Disana, setiap perwakilan Negara akan mewakili suatu Negara dan berperan sebagai duta Negara teretentu. Saya disana sebagai duta dari Negara Rwanda,” tambah Yute.

Selain pengalaman yang mengesankan selama di London nanti, setiap volunteers nantinya berkesempatan mengambil peran sebagai pemimpin dunia yang bekerja sama untuk menemukan solusi terhadap tantangan internasional, menambah wawasan, memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, membuat peserta semakin kritis, meningkatkan public speaking,  dan tentunya akan menambah link internasional.[Utami]

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *