UINSGD.AC.ID (Humas) — Dua mahasiswa semester 5 Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Keisya Humaira dan Ening Melihah, berpartisipasi dalam konferensi internasional bertajuk “Navigating Challenges in the Global South: Socio-Cultural, Political, and Humanities Perspectives” yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Kamis (9/10/2025)
Salah satu keynote speaker dalam konferensi internasional itu Prof. Kathryn Robinson dari Australian National University (ANU), yang dikenal luas sebagai pakar kajian Asia Tenggara.
Dalam forum bergengsi itu Keisya dan Ening berhasil mempresentasikan paper berjudul “Floating Needle Caps in Pangandaran: Between Politics, Tourism, and the Environment”, hasil riset di bawah bimbingan Dr. H. Mustapa, M.Si., dosen Ilmu Politik UIN Bandung.

Kajian ini membahas polemik seputar Keramba Jaring Apung (KJA) di Pangandaran, termasuk penolakan yang disuarakan oleh sejumlah tokoh publik seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Padahal, proyek KJA di kawasan Pantai Timur Pangandaran tersebut sebelumnya telah melibatkan riset dari akademisi Unpad.
Ketua Program Studi Ilmu Politik FISIP UIN Bandung, Dr. Hasan Mustapa, S.Fil.I., M.Si., menyambut baik keterlibatan mahasiswa dalam konferensi ini. Ia menyampaikan bahwa riset kolaboratif antara dosen dan mahasiswa dengan output berupa presentasi di forum internasional telah mulai dikembangkan sejak tahun 2024.
“Tradisi akademik seperti ini penting untuk mempersiapkan mahasiswa yang berwawasan global dan mampu berinteraksi dengan komunitas akademik internasional. Selain itu, kegiatan ini juga signifikan dalam mengakselerasi proses internasionalisasi kampus sesuai visi UIN, agar bisa ‘ngapung ka jomantara’,” pungkasnya.
