UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Berita UIN SGD BDG

Antara Paradigma Kualitatif & Kuantitatif

By admin | November 13, 2012

[www.uinsgd.ac.id] Paradigma kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian seringkali dikonfrontasikan oleh seorang peneliti. Satu sama lain sering mengklaim bahwa paradigma tersebut lebih baik dari yang lainnya. Padahal tidak demikian, paradigma kualitatif mayoritas digunakan untuk meneliti gejala sosial, sementara kuantitatif digunakan untuk menguji hukum alam. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Rahayu Kariadinata, M.Pd., guru besar pendidikan

Melihat Iran dari Dekat

By admin | December 6, 2012

[www.uinsgd.ac.id] Kami informasikan bahwa di fakultas Ushuludin  ada Iran Corner atau Pojok Iran, di sana terdapat buku-buku khusus tentang Iran dan Kebudayaannya. Kenapa Harus mengenalkan Iran? Kita harus mengenal Iran karena tokoh intelektual besar dunia ada di Iran; Ibnu Sina, Al-Ghazali, Al-Farabi. Mereka semua memiliki latar belakang Persia. Iran Juga merupakan pewaris Kebudayaan Islam yang

Sumpah Waktu Tahun Baru

By admin | January 2, 2013

Tuhan bersumpah dengan menggunakan waktu. Ini banyak kita temukan dalam senarai firman-Nya. Demi waktu asar, demi fajar, demi waktu duha, demi siang, dan demi malam. Dimensi waktu ketika digunakan sebagai diksi untuk mewadahi sumpah, tentu mengandung arti tentang makna penting posisi waktu dalam kehidupan kita. Tidak mungkin bersumpah, kalau tidak menghajatkan perhatian yang lebih. Dalam

Mahasiswa FDK Kunjungi Redaksi ‘PR’

By admin | January 23, 2013

[www.uinsgd.ac.id] Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung kunjungi  Redaksi Pikiran Rakyat, Jl. Soekarno-Hatta 147 Bandung, Kamis (18/01/2013). Kedatangan aktifis mahasiswa tersebut didorong oleh kebutuhan akan pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola media. Menurut Pembantu Dekan III, Dr. Ujang Saefullah, sehari sebelumnya, mengatakan, rencananya 40 mahasiswa yang ikut pelatihan jurnalis muslim tersebut dituntut

Kopma, Gerakan Alternatif Bangun Kembali Budaya Koperasi

By admin | February 12, 2013

[www.uinsgd.ac.id] Gerakan Koperasi Mahasiswa (Kopma), diharapkan dapat mengembalikan jati diri koperasi yang sebenarnya. Dimulai dengan memahami jatidiri, sejarah pemikiran koperasi, dan filosofi dari koperasi itu sendiri. Kopma dapat menjadi sebuah gerakan alternatif untuk terwujudnya ekonomi kerakyatan melalui koperasi, apabila para aktivis Kopma menyadari dan memahami hal-hal tersebut dan mau mempraktikannya. Hal tersebut diutarakan oleh Suroto