UIN Sunan Gunung Djati Bandung

UPTQ Mengabdi 2018 Digelar di Desa Cinanggela

[www.uinsgd.ac.id] Unit Pengembangan Tilawatil Quran (UPTQ) UIN SGD Bandung kembali menggelar acara tahunan bertajuk “UPTQ Mengabdi 2018” di Desa Cinanggela Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung dari tanggal 8 Juli sampai 29 Juli 2018.

Ketua UPTQ, M. Sirojul Munir menjelaskan dalam satu tahun periode, UPTQ memiliki berbagai macam program kerja, salah satunya adalah UPTQ Mengabdi. “Dilaksanakannya kegiatan UPTQ Mengabdi bertujuan untuk memasyarakatkan UPTQ di masyarakat dan sebagai ajang pelatihan bermasyarakat pada masyarakat yang luas,” tegasnya, Selasa (14/8).

Memasyarakatkan UPTQ merupakan salah satu tugas poko sebagai mahasiswa pengabdian kepada masyarakat. “Oleh karena itu UPTQ mengabdi merupakan salah satu wadah bagi anggota UPTQ untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Maka mahasiswa atau anggota UPTQ dengan adanya hal ini mampu berkontribusi dan berkarya kepada masyarakat secara praktis,” jelasnya.

Pengabdian kepada masyarakat merupakan tolak ukur selaku mahasiswa yang menjadi tugas pokonya yaitu pengabdian kepada masyarakat. “Pengabdian tersebut harus didasari dengan keikhlasan yang sangat luar biasa untuk mengabdikan diri kita sepenuhnya pada masyarakat. Dan kita selaku mahasiswa harus mampu memecahkan berbagai problem yang terjadi dimasyarakat,” sambungnya.

Selama tiga minggu UPTQ Mengabdi banyak kegiatan yang dilakukan oleh anggota UPTQ mulai dari pembukaan yang dibuka secara resmi oleh Ibu Restu selaku sekretaris Desa Cinanggela. Kemudian loka karya yang dihadiri oleh seluruh ketua RW Desa cinanggela dan setiap kepala madrasyah Desa Cinanggela. Loka karya merupakan suatu penawaran program UPTQ yang secara garis besar berpokus pada kajian Al-Quran dan seni islam. Kajian Al-Quran meliputi pengembangan Tilawatil Quran Dan Sholawat(TQS), Tafsir Dan Fahmil Quran (TFQ), Hotil Quran (HQ), Khifdzil Quran (KQ), Dan Sahril Quran (SQ). Kajian seni islam meliputi hadroh, marawis, nasyid, qosidah modern, dan gambus.

Kajian Al-Quran dan seni islami, kedua ini yang diajarkan kepada masyarakat terutama pada setiap enam Madrasah didesa cinanggela. Keenam madrasah inilah yang dilakukan oleh peserta UPTQ Mengabdi setiap harinya. Disamping itu juga peserta UPTQ Mengabdi mampu mengisi kesetiap Majlis dan DKM se-Desa cinanggela yang berjumlah delapan RW setiap RW mempunyai Majlis dan DKM. Dengan banyaknya lahan garapan yang dilakukan oleh peserta UPTQ Mengabdi lumayan sangat banyak juga terlebih permintaan dari sekolah-sekolah formal misalkan SD sampai SMP yang ada didesa cinanggela.

Dengan garapan yang sangat luar biasa banyak akan tetapi tidak menyulitkan bagi peserta UPTQ Mengabdi ini karena dengan banyaknya lahan garapan tersebut bisa teratasi oleh banyaknya peserta UPTQ Mengabdi dengan kemampuan disetiap bidangnya masing-masing. Banyaknya peserta UPTQ Mengabdi tahun ini berjumlah 75 orang mulai dari pengurus sampai keanggota mengikuti acara tersebut. Bahkan yang ada sebagian bukan anggota UPTQ yang mengikuti program UPTQ Mengabdi dan yang sangat luar biasa ada dari luar kampus UIN Bandung yang mengikuti acara ini yaitu dari kampus cianjur.

Keahlian yang dimilki oleh setiap anggota UPTQ sangat mempuni dibidangnya terutama dalam kajian Al-Quran dan seni islam yang diajarkan kepada anak-anak maupun remaja. Dengan mempuni dibidangnya tersebut sehingga mampu mengajarkan kedua hal tersebut dengan lancar dan disenangi oleh setiap orang. Dengan hal itu, peserta UPTQ Mengabdi banyak diundang untuk mengisi majlis dan mengajarkan kajian Al-Quran terutama pengembangan Tilawatil Quran Dan Sholawat(TQS).

UPTQ Mengabdi disamping mengabdikan diri dengan belajar mengajar juga disela-sela waktu juga adanya nonton bareng warga (NOBAR). Output yang didapatkan dengan acara nobar ini guna mempereratkan dan menyatukan semua warga cinanggela terlebih juga silatuhrahmi antar warga ataupun para pemuda didesa cinanggela. Value yang didapatkan dari acara nobar ini memang agar para pemuda dan pemudi termotivasi berapa pentingnya akan hal pendidikan. Maka dari itu, acara nobar ini juga dilengkapi dengan adanya seminar motivasi untuk mendorong berapa pentingnya akan hal sebuah pendidikan yang menjadi sebuah penentuan bagaimana nasib kita kedepannya.

Diakhir program UPTQ Mengabdi juga diadakan beberapa perlombaan yang menjadi evaluasi peserta UPTQ Mengabdi selama tiga minggu tersebut. Perlombaan tersebut sesuai dengan program UPTQ yaitu kajian Al-Quran dan seni islam yang diperlobakan dan diumumkan diacara terakhir penutupan yaitu di tabligh akbar.

“Tabligh akbar merupakan acara penutupan program UPTQ Mengabdi yang banyak dimeriahkan oleh gambus nahawand UPTQ dan diisi oleh salah satu mubaligh nasional dan alumni UPTQ yaitu Adi Kurniawan, S.Kom.I dan DR. KH. Tata Sukayat, M.Ag selaku Pembina UPTQ. Dan diacara Tabligh Akbar juga penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba juga cendramata (Kaligrafi) kepada desa cinanggela, para DKM, dan setiap madrasah,” paparnya. (Hendi Supriatna)