UIN Sunan Gunung Djati Bandung

UIN SGD Bandung Gandeng UiTM Malaysia

[www.uinsgd.ac.id] Sebagai salah satu upaya mencetak sarjana ulaman zaman now, UIN SGD Bandung menggelar penjajakan dan Seminar Pengembangan Kerjasama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Selangor Malaysia. Kegiatan ini menghadirkan narsumber: Prof. Madya Ezani Yaakub (Pakar Ekonomi dan Keuangan Islam UiTM), Prof. Tajul Arifin (Guru besar Fakultas Syariah dan Hukum) yang dipandu oleh Asep A Sahid Gatara di gedung Rachmat Djatnika, Kampus I, Jl. A. H. Nasution No 105 Bandung, Rabu (15/08).

Acara dibuka oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerjasam dan Alumni, Prof. Dr. H. M. Ali Ramdhani, MT. Menurut Ramdhani UIN SGD Bandung sebagai perguruan tinggi Islam yang meneguhkan nilai-nilai Islam moderat berbasis kearifan lokal dalam bingkai “wahyu memandu ilmu” perlu bekerja sama dengan pihak lain dan jejaring yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami sadar semuanya tidak dapat dikerjakan sendiri, harus ada mitra yang berfungsi saling koreksi dan saling memberdayakan potensi,” kata Dhani sapaan akrab Ali Ramdhani.

Itulah sebabnya, lanjut Dhani UIN SGD memandang sangat penting untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan di negara lain, seperti dengan UiTM Malayasia. Menurutnya, sebelumnya kami juga bekerja sama dengan Jinan University Lebanon dan Jerman dalam program visiting professor.

Dhani berharap kegiatan ini dapat menegaskan usaha mencetak lulusan UIN SGD Bandung yang siap bersaing di tengah-tengah perkembangan zaman yang serba menggunakan teknologi. “Dengan melakukan kerjasama dan mempublikasikan hasil seminar dalam kerangka fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) antara Indonesia (UIN SGD Bandung) dengan Malayasia (UiTM) ini bisa meningkatkan publikasi karya tulis dan kaualitas mutu perguruan tinggi dari tingkat nasional sampai internasional,” tegasnya.

Prof. Ezani Yaakub menuturkan Universitas Teknologi Mara bermula sebagai Dewan Latehan RIDA (Rural and Industrial Development Authority) dari tahun 1956-1965 dengan tujuan sebagai pusat percobaan yang menawarkan kursus persediaan untuk remaja luar kota aliran Inggris. RIDA dibentuk untuk membantu meningkatkan taraf ekonomi penduduk bumiputera (pribumi di Malaysia). “Maklumat yang benar, tepat dan berfaedah untuk meningkatkan taraf pelajar dan pasca siswa muslim,” paparnya.

Prof. Ezani Yaakub menyampaikan ucapan terima kasih kepada UIN SGD Bandung karena telah dengan hangat menyambut kedatangan dari UiTM dan mengharapkan adanya kunjungan kembali dari pihak UIN SGD Bandung ke UiTM Malaysia. “Untuk menyelenggarakan seminar tentang jaringan halal, penulisan jurnal internasional, pertukaran dosen dan pertukaran pelajar,” pungkasnya. (B-47)

Sumber, Galamedia 16 Agustus 2018