UIN Sunan Gunung Djati Bandung

UIN SGD Bandung Evaluasi Kinerja Publikasi 2016-2018

[www.uinsgd.ac.id] Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati telah melakukan evaluasi kinerja publikasi terhadap 800 Dosen terkait dengan aturan yang mewajibkan seluruh sivitas akademik untuk memublikasikan hasil karya para dosen pada jurnal ilmiah.

Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan (Puslitpen) LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., menjelaskan, selama kurun waktu dua tahun, 2016-2018, tercatat ada 722 dokumen. Jumlah tersebut terdiri atas 175 dokumen (2016), 301 dokumen (2017), dan 245 dokumen (2018).

“Dengan rincian, 450 Jurnal Nasional dan 272 Jurnal Internasional. Khusus indeks Scopus terdapat 202 dokumen terutama proceeding,” ujar Yudi, sapaan Akrab Wahyudin Darmalaksana, kepada galamedianews.com, di Gedung LPM kampus I, Jalan A.H. Nasution 105, Cibiru, Kota Bandung, Selasa (30/10/2018). 

Menurutnya, berdasarkan ketentuan yang berlaku, setiap lektor kepala (LK) dan guru besar (GB) wajib memublikasikan tiga artikel pada jurnal nasional atau satu artikel pada jurnal internasional dalam kurun waktu 2016-2018.

“UIN SGD Bandung, lanjutnya, telah melaksanakan program Co-Authoring a Paper with Professor (CAPP) sehingga seluruh guru besar, yakni sebanyak 33 orang, sudah melakukan publikasi jurnal sesuai dengan target, seratus persen,” kata Yudi.

Sementara dari 272 lektor kepala yang dimiliki UIN SGD Bandung, lanjutnya, baru tercapai 51 persen, yakni sebanyak 138 orang. Sisanya 134 orang masih belum tercapai. 

Yudi berharap, pada pengujung tahun 2018, seluruh lektor kepala sudah melakukan publikasi artikel sesuai dengan target. Selain itu, Yudi pun mendorong agar 97 lektor kepala yang belum memiliki akun Science and Technology Index (Sinta) segera membuatnya.

Terkait bantuan penelitian selama 2016-2018, Yudi mengatakan ada 599 judul yang meliputi 225 judul (2016) dengan 32 publikasi dokumen (14 persen), 142 Judul (2017) dengan 21 publikasi dokumen (14 persen), dan 232 judul (2018) dengan 7 publikasi dokumen (3 persen). “Dengan demikian tahun 2016-2018 kinerja publikasi hasil penelitian mencapai 32 persen,” ujarnya.

Yudi menegaskan, harus ada percepatan kinerja publikasi hasil penelitian di kalangan lektor kepala melalui program khusus. Oleh karena itu harus segera percepatan. Peningkatan publikasi LK pun harus dilakukan melalui program khusus. 

“Capaian publikasi proceeding harus diungkit agar mencapai target sasaran jurnal reguler,” pungkasnya. (B.47)

Sumber, Galamedia 31 Oktober 2018