UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Tingkatkan Peran IKA, Menuju Kemajuan Bangsa

[www.uinsgd.ac.id] Dari masa ke masa, kepemimpinan IAIN/UIN Sunan Gunung Djati Bandung, senantiasa berdaya upaya membentuk rupa kampus, seperti yang bisa lihat saat ini. Mereka dinilai cukup greget, bersemangat, peduli, dan memiliki daya juang, serta sanggup bekerja keras, membangun kampus; hingga kampus Islam kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini bisa pentas di fora nasional dan internasional. Hal inilah yang dapat mendorong para dosen, karyawan, mahasiswa, dan alumni; untuk memiliki rasa cinta, citra, serta bangga terhadap almamaternya.

Transformasi IAIN menjadi UIN, pada tahun 2005 lalu,  tidak sekadar pergantian nama dan status kelembagaan, tetapi juga transformasi tersebut selaras dengan cita-cita para pendiri IAIN atau UIN dan sivitas akademika, yang ingin lembaganya unggul dan kompetitif.

Dan, unggul kompetitif bukan sekadar jargon atau slogan, melainkan harus diwujudkan. Karenanya, rektor ke-9 UIN SGD Bandung, Prof Dr H Mahmud, M.Si bersama rengrengannya –selaku pengemban amanah masyarakat– tetap konsisten memperjuangkan warga kampus, sehingga ia dianggap sebagai denyut nadi sivitas akademika UIN SGD Bandung.

Bagaimana agar unggul dan kompetitif? Itu dilakukan melalui strategi kebijakan, dengan pendekatan pencerahan, pemberdayaan, dan pengembangan kultur akademik. UIN SGD Bandung juga diarahkan untuk menjadi kampus otonom, baik di bidang akademik, kelembagaan, maupun administrasi.

Lalu meningkatkan kualitas, yang berorientasi pada jaminan mutu, dan inovatif, dengan mengembangkan jaringan, melalui pola kemitraan dan kerjasama dengan berbagai pihak. Juga, modernisasi manajemen pendidikan dan pelayanan administrasi yang prima, melalui penataan dan profesionalisasi institusi, yang efektif dan efisien.

Kini hadir kekuatan baru yang bisa menjadikan UIN SGD Bandung lebih menggeliat dan bergelora lagi, yakni terbentuknya pengurus baru Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN SGD Bandung, yang diketuai Dr Hj Reni Marlinawati, M.Pd (anggota DPR RI dari PPP).

Tak pelak, Rektor UIN SGD Bandung Prof Mahmud menauh harapan besar kepada IKA baru agar bisa bersinergi dalam satu kesatuan yang terarah, hingga bisa menjadikan UIN SGD Bandung sebagai kampus yang unggul dan kompetitif. “Eksistensi IKA sangat menentukan kemajuan UIN SGD ke depan. Semoga kita bisa bersinergis,” harap Prof Mahmud,” dalam sambutannya pada acara Reuni Akbar dan Pelantikan Pengurus IKA UIN SGD Bandung Periode 2017-2021 di Gedung Anwar Musaddad, Selasa (26/12/2017).

Alumni UIN SGD Bandung cukup banyak. Mereka tersebar di berbagai kota di seluruh pelosok Tanah Air,  dengan berbagai kiprah dan pengabdiannya, dalam rangka mengaktualisasikan ilmu dan keahliannya di tengah-tengah masyarakat. Bahkan banyak yang menjadi  pejabat penting di daerah maupun di pusat. “Peran dan kontribusinya sangat kami tunggu, karena UIN SGD tengah melakukan percepatan dalam berbagai program, khususnya rencana pendirian Fakultas Kedokteran di Kampus II,” katanya.

Gayung selalu bersambut, dan sambutan itu nyaring bunyinya. Dr Hj Reni Marlinawati menyatakan siap bahu-membahu memajukan almamaternya. Tugas mendidik, kan tidak cukup oleh Rektor dan para dekan saja, alumni pun harus berperan sebagai kontributor, baik dalam bentuk materi ataupun immateri bagi almamaternya. “Mati kita bact to campus! Sudah waktunya kita kembali untuk megabdi dan memajukan UIN Bandung, sesuai dengan potensi dan keahlian masing-masing,” ajak Dr Reni kepada ribuan almuni yang hadir dalam Reuni Akbar 2017.

Ketua Panitia Pelaksana Reuni Akbar Dr Fauzan Ali Rasyid mengatakan, IKA tak sekadar wadah untuk bernostalgia, tetapi juga memiliki arti penting untuk mendorong anggotanya, senantiasa mengabdi dan merealisasikan idealismenya, sesuai dengan visi misi Perguruan Tinggi tempat mereka menimba ilmunya. “Reuni Akbar juga digelar dalam rangka menyongsong Golden Years (50 tahun) usia UIN Bandung. Tujuannya agar peran alumni dan kampus bisa bersinergi, baik antaralumni maupun alumni dengan almamaternya,” ujar Dr Fauzan, yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Syariah dan Hukum UIN Bandung.

Ia juga berharap, IKA bisa menginspirasi adik-adiknya, untuk berkiprah di berbagai bidang usaha dan dan lapangan pekerjaan. “Kami yakin, dengan konsep yang jelas, didukung oleh sumber daya manusia yang andal, dan digarap secara serius, IKA UIN SGD Bandung bisa eksis bahkan maju dan berkembang,” kata Dr Fauzan, seraya mengajak semua alumni untuk terus mempererat silaturahmi, dalam meningkatkan perannya, menuju kemajuan bangsa.(Nanang Sungkawa)