UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Tingkatkan Entrepreneurship Skill Mahasiswa

[www.uinsgd.ac.id] Forum Diskusi Ekonomi Islam (Fordes) UIN SGD Bandung adakan kajian Entrepreneur dengan topik bahasan Business Plan. Ketua Jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Deni Kamaludin Yusup hadir sebagai pembicara pada acara yang diadakan di Aula Fakultas Syariah dan Hukum, Sabtu (16/12).

Salah satu pengurus Fordes, Monica Stefani mengatakan bahwa tujuan dari kajian tersebut ialah menumbuhkan jiwa-jiwa pebisnis serta meminimalkan sikap konsumtif  yang masih ada dalam pola pikir orang-orang Indonesia. “Lebih khususnya kajian tersebut untuk persiapan lomba Temilreg pada Februari mendatang,” tambahnya, Sabtu (16/12)

Ketua Jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Deni Kamaludin Yusup yang hadir sebagai pembicara memberikan materi mengenai Tips and Tricks Menyusun Business Plan. Dalam pemaparan awalnya bahwa yang dimaksud dengan business plan adalah sebuah dokumen tertulis yang ditulis oleh seorang wirausaha, dimana harus menggambarkan semua unsur rencana bisnis yang bertujuan untuk memulai atau mengembangkan usaha.

“Sama halnya dengan pembuatan sebuah berita. Untuk memulai sebuah Business plan pun harus mengandung unsur 5W+1H,” tegasnya

Lulusan postgraduate master Islamic Studies dari Leiden University ini menjelaskan mengenai struktur proposal business plan. Dimana ada sembilan unsur yang terkandung dalam struktur proposal business plan, yaitu cover depan, ringkasan eksekutif, latar belakang, analisa produk, analisa pemasaran, analisa manajemen, analisa keuangan, analisa pengembangan dan penutup.

Deni Kamaludin Yusup menjelaskan bahwa untuk cover depan perhatikan unsur Estetika dan Keetisan. Lalu ringkasan eksekutif berisi ringkasan tentang penjelasan bisnis yang sedang dijalankan, inovasi bisnis yang akan dicapai, dan bagaimana cara mengelola serta prospek kedepannya.

Mengenai latar belakang berisi mengenai sejarah singkat perusahaan, kondisi keuangan, rencana pengembangan, dan penjelasan tentang lokasi. Sementara analisa produk berisi uraian secara detail produk yang akan dihasilkan mulai dari bahan baku hingga barang jadi, pada tahapan ini gunakan analisa sistem (input-proces-output).

Berikutnya analisa pemasaran merupakan uraian secara detail profil atau karakteristik konsumen, sasaran utama pemasaran, strategi pemasaran, media promosi, persaingan pasar, estimasi pendapatan pasar, dan evalusi hasil pemasaran. Lalu ada analisa menajemen yang mencakup detail struktur organisasi hingga analisa SWOT.

Yang tak kalah pentingnya analisa keuangan dan analisa pengembangan usaha. Analisa keuangan menguraikan secara detail struktur modal, estimasi pendapatan kotor dan bersih, estimasi rasio untung dan rugi bulanan sampai tahunan. Sedangkan analisa pengembangan usaha dianggap penting karena merupakan uraian bisnis jangka pendek,menengah hingga jangka panjang.

“Jika kalian melakukan presentasi business plan, diakhir presentasi buatlah video penutup yang berisi keyakinan kalian untuk bisnis kalian. Misalnya buatlah video yang berisi testimony agar penilai yakin dan terkesan.” tutup Kajur MKS (Elsa Yulandri, Humas Al-Jamiah)