UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Perpustakaan UIN SGD Bandung Dapat Akreditasi A

[www.uinsgd.ac.id] Berdasarkan SK No.00043/LAP.PT/IV.2018 Perpustakaan UIN SGD Bandung meraih akreditasi A dari Perpustakaan Nasional RI yang berlaku sejak 12 April 2018 hingga 12 April 2021 mendatang. Meski melaksanakan pengakreditasian untuk pertama kalinya, perpustakaan telah berhasil memenuhi seluruh aspek yang menjadi instrumen penilaian sehingga mendapat nilai yang melampaui standar akreditasi.

Kepala Perpustakaan UIN SGD Bandung, Ija Suntana mengungkapkan bahwa akreditaasi A ini dicapai karena seluruh instrumen penilaian telah dipenuhi. “Kita sudah memenuhi standar menurut mereka, bahkan kita melebihi dari nilai standar, untuk mendapatkan “A” itu harus mencapai angka 86, sedangkan kita mendapat 92. Kita juga memiliki nilai lebih pada 24 jam pelayanan online,” ujar Ija saat ditemui di kantornya, Rabu (16/5/2018).

Selanjutnya Ija menjelaskan beberapa aspek yang menjadi instrumen penilaian. Aspek yang menjadi instrumen penilaian diantarannya adalah ketersediaan sarana dan prasarana apakah memadai atau tidak. Kedua, pelayanan apa saja yang ada. Lalu pada sumber daya manusia berapa pustakawan yang ada untuk melayani sekian jumlah mahasiswa yang datang, kemudian koleksi apa saja yang dimiliki perpustakaan baik yang fisik maupun elektronik. Serta teknologi untuk menunjang kemudahan layanan bagi mahasiswa.

Ia menambahkan selain aspek di atas, jumlah kunjungan juga menjadi salah satu aspek yang dinilai baik pengunjung yang langsung datang atau kunjungan melalui website. Dan penilaian pengunjung yang datang juga bukan hanya mahasiswa dari UIN Bandung saja termasuk pengunjung dari luar.

Ija memaparkan, melalui website lib.uinsgd.ac.id/stats kunjungan ke Perpustakaan UIN SGD Bandung setiap bulannya bisa mencapai angka di atas 10.000 pengunjung, di pertengahan bulan Mei ini sudah mencapai 2751 pengunjung. Dan jumlah pengunjung per harinya berkisar di antara 200-400 pengunjung.

“Pengakreditasian perpustakaan ini dapat menjadi acuan untuk mengembangkan inovasi baru. Setelah diakreditasi, dapat diketahui kelebihan dan kekurangan pada perpustakaan,” ungkapnya. Di sisi lainnya juga sebagai citra lembaga, bahwa perpustakaan yang terakreditasi,terkait dengan tertiban pengelolaan, bahwa perpustakaan yang terakreditasi berarti pengelolaannya telah benar dan berstandar. Juga dapat memberi pengaruh besar pada standar akreditasi kampus serta menjadi dorongan untuk terus mengembangkan pengelolaan.

“Bagi saya akreditasi itu bukan akhir dari suatu pencapaian dan bukan akhir dari tujuan pengelolaan. Jadi akreditaasi itu untuk mendorong kami supaya semakin banyak inovasi baru. Sebenarnya perpustakaan kita ini inovasinya sudah mulai tidak lagi urusan buku, contohnya yang baru-baru ini kita punya teknologi polling online,” paparnya.

Seorang mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Ika Adliani mengungkapkan bahwa ia merasakan banyak perubahan di perpustakaan, terutama dari pelayanan yang lebih canggih dan lebih nyaman dari sebelumnya. Dengan diraihnya akreditasi A oleh perpustakaan UIN SGD Bandung, Ika berharap agar fasilitas terus ditingkatkan serta lebih memperbanyak referensi skripsi terbaru.

“Semoga lebih baik lagi agar mencadi contoh bagi perpustakaan yang lain, semakin banyak lagi buku-buku referensinya, tingkatkan terus fasilitasnya agar mahasiswa juga lebih nyaman ya. Dan untuk mahasiswa yang mengunjungi perpus juga semoga lebih rapi,” pungkas mahasiswi tingkat akhir tersebut saat ditemui di perpustakaan, Rabu (16/5/2018).(Nurul Fajri, Elsa Yulandri/Suaka)