UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Pembukaan Fidkom Fest 2018, Bahas Reformasi FDK

[www.uinsgd.ac.id] Dewan mahasiswa (Dema) Fakultas Dakwah dan Komunikasi gelar acara Opening Fidkom Fest 2018 dan Focus Grup Discussion (FGD),  dengan mengusung tema ‘Reformasi Generasi’ di Aula Anwar Musaddad, Kamis (01/03/2018). Acara tersebut menjadi forum diskusi antar dosen dan mahasiswa yang bertujuan membangun sebuah tatanan baru bagi mahasiswa dan lebih bijak dalam menggunakan teknologi.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Ahmad Sarbini sebagai pembuka acara mengatakan, UIN Bandung merupakan Perguruan Tinggi Keislaman Negeri (PTKIN) yang pertama kali menyelenggarakan acara Fidkom Fest dan Focus Grup Discussion (FGD). Dengan topik yang dibicarakan mengenai administrasi, akademik dan kemahasiswaan.

“Saya berharap untuk kedepannya acara ini terus berlanjut,  lebih khusus diadakan disetiap jurusan serta berbagai agenda, informasi  dan problem-problem dapat diselesaikan secara komprehensif yang memang dibahas pada tingkat jurusan. Dengan mengundang narasumber yang berkompeten dibidangnya,” kata Ahmad Sarbini.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi dan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Dalam acaranya, semua mahasiswa mengisi kuesioner, dari hasil tersebut ada salah satu pertanyaan yang menarik yang ditanyakan kepada Dekan salah satunya mengenai sejauh mana reformasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi telah dilaksanakan.

Berdasarkan pertanyaan tersebut, Ahmad Sarbini menambahkan, “Fakultas Dakwah dan Komunikasi sudah lebih baik dibanding 10 tahun lalu dalam sarana dan prasarana , tantangan untuk saat ini generasi fakultas harus melahirkan guru-guru besar,” ujarnya.

Senada dengan Dekan FDK, Ketua pelaksana, Robi Piana Agustiana mengungkapkan bahwa acara ini akan diadakan secara rutin. Tugas Dema mengakomodir aspirasi-aspirasi mahasiswa dan juga tataran dekanat maupun dosen. Untuk kedepannya bukan hanya menjadi agenda Dema, melainkan  menjadi agenda Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

“Jangan pernah lelah untuk berkarya, melihat kondisi Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang kurang kondusif, seperti keadaan Laboratorium dakwah yang tidak digunakan sebaik-baiknya diharapkan mahasiswa lebih kritis lagi dalam menggunakan fasilitas yang telah disediakan.” tutupnya. (Ulfah Dalilah, Lisna/Jurnalpos)