UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Guru Besar PTKI Promosi Islam Indonesia

[www.uinsgd.ac.id] Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Indonesia memiliki banyak guru besar di bidang keislaman. Para guru besar di lingkungan PTKI juga telah mendapatkan pengakuan dunia internasional. “Tokoh seperti Prof. Dr. H. Muhammad Quraish Shihab dan Prof. Dr. Azyumardi Azra telah mampu membawa nama harum bangsa dan dunia pendidikan Islam di tingkat internasional”, demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Konferensi Guru Besar PTKI yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam di Jakarta, Minggu (29/11).

Dalam konferensi ini, hadir 415 profesor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dari seluruh PTKI di bawah Kementerian Agama. Konferensi ini mengangkat tema “Meningkatkan Integritas dan Reputasi Akademik Guru Besar PTKI”.

 

Dalam sambutannya, Menag berharap Direktorat Pendidikan Tinggi Islam dapat membuat saluran karya akademik profesor untuk selanjutnya dilakukan internasionalisasi gagasan. PTKI di Indonesia, menurut Menag, sudah saatnya tampil menjadi rujukan dunia dalam pengkajian Islam. “Karya-karya akademik para guru besar sudah sangat layak tampil di dunia internasional sebagai kiblat pengkajian Islam”, ungkap Menag.

 

Didampingi Dirjen Pendis Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin dan Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. Machasin, Menag berharap para guru besar mampu menjadi bagian dari wakil Islam Indonesia dalam mempromosikan Islam yang toleran. Selama ini, banyak karya para guru besar PTKI dalam promosi Islam Indonesia namun belum begitu banyak menjadi rujukan di tingkat internasional. “Selain sebagai tradisi akademik, hasil penelitian para guru besar juga harus dibawa di tingkat internasional dalam mempromosikan Islam Indonesia yang damai, toleran dan inklusif”, terang Menag.

 

“Saya berharap, ada guru besar yang mampu menjelaskan atau menguraikan bagaimana nilai-nilai Islam diimplementasi dalam konteks Nusantara kepada dunia ineternasional,” tambah Menag.

 

Menurut Menag, konferensi Guru Besar ini menjadi penting dan relevan dalam rangka mendiskusikan pelbagai hal dalam upaya peningkatan mutu tradisi akademik di lingkungan PTKI. “Guru besar dituntut merumuskan hal-hal prioritas yang bermakna bagi kepentingan dan kemajuan PTKI di Indonesia agar dapat berkontribusi dalam peradaban dunia,” ungkap Menag. (wild-n)

Sumber, Kemenag