UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Abdul Salam dapat Anugerah Umroh Gratis

[www.uinsgd.ac.id] Abdul Salam, adalah pramukantor Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), yang mendapat berkah Dies Natalis ke-50 UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia akan diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umroh secara gratis pada 26 April ini.

“Tidak ada kata yang patut saya ucapkan kecuali rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerah ini. Dan, saya menghaturkan terima kasih kepada Pak Rektor dan jajaran pimpinan UIN Bandung, termasuk pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum, atas hadiah umroh ini,” ucap Abdul Salam, yang lebih akrab disapa “Wa Salam”.

Sontak saja, semua dosen dan karyawan FSH merasa terharu bahkan gembira mendengarnya, seraya memberikan ucapan selamat sekaligus doa kesehatan dan keselamatan dalam menunaikan ibadah umroh. “Alhmadulillah ngiring bingah Wa Salam! Sing sehat bagja dunia aherat (alhmadulillah ikut gembira Wa Salam! Semoga sehat, bahagia dunia akhirat). Amin Ya Allah YRA,” tutur Yus

Yulian, S.Sos, seorang pegawai honorer BLU FSH. Menurut Rektor UIN SGD Bandung Prof Dr H Mahmud, M.Si, setiap tahunnya –terutama dalam momenturm Dies Natalis– UIN ingin memberikan yang terbaik bagi segenap karyawan dan sivitas akademika. “Kali ini hadiah umroh jatuh kepada Pramukantor Abdul Salam yang sebentar lagi mau pensiun. Reward ini diberikan, karena kinerjanya yang baik,” kata Rektor di hadapan Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-50 UIN Sunan Gunung Djati di Aula Anwar Musaddad, Selasa (10/04/2018).

Acara puncak Dies Natalis, yang bertemakan “Bersinergi Membangun Peradaban Bangsa” ini, dihadiri tamu kehormatan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, diikuti oleh seluruh sivitas akademika dan karyawan.

Pada kesempatan yang sama UIN Bandung juga memberikan reward kepada sejumlah dosen dan karyawan berprestasi, juga berbagai tropi/piala kepada para juara dalam perlombaan olahraga dan seni dalam rangkaian Dies Natalis ke-50.

“Mari kita lakukan yang terbaik bagi lembaga, agar lembaga tempat kita mengabdi ini semakin maju dan unggul, selaras dengan cita-cita para pendiri UIN Bandung,” ajak Rektor, yang dinilai cukup greget, bersemangat, peduli, dan memiliki daya juang serta sanggup bekerja keras membangun kampus ini.

Prof Mahmud menandaskan kembali obsesinya untuk mengembangkan Rumah Alquran, yang akan mampu menghasilkan ulama zaman now. Di lahan seluas tiga hektar di kawasan Cileunyi Kabupaten Bandung, sedang dibangun gedung untuk Rumah Alquran. Program unggulan ini mendapat dukungan Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bandung, Pemkab Bandung Barat, dan Pemkot Bandung.

Bupati Bandung dan Bandung Barat menyatakan sepakat untuk ikut bekerjasama melahirkan sarjana dan ulama zaman now. Bahkan kedua pimpinan daerah ini tengah menginventarisasi calon mahasiswa yang akan kuliah di Rumah Alquran. “Rumah Alquran ini akan dilengkapi dengan sistem IT, dipandu oleh para ahli dari Fakultas Saintek UIN SGD,” katanya.

Program ini disambut baik oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya, sudah seharusnya UIN Bandung mengembangkan inovasi dalam pendidikan agama karena itu yang menjadi ciri Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Karenanya, transformasi IAIN menjadi UIN tidak boleh mengakibatkan terpinggirkannya bidang keilmuan dan kajian Islam yang justru menjadi distingsi dibanding universitas umum.

“Kampus ini bahkan harus menjadi pionir terobosan yang mencerminkan integrasi ilmu keislaman dan ilmu umum,” pesan Menag.

“Kampus akan dianggap besar, tidak selalu karena memiliki prodi di semua disiplon ilmu, tapi karena memiliki kekhasan yang tidak dimiliki kampus lain,” tandasnya. (Nanang Sungkawa)