UIN Sunan Gunung Djati Bandung

12.015 Peserta Ikuti Ujian Mandiri

UIN Akomodasi Siswa Berkebutuhan Khusus

[www.uinsgd.ac.id] Tahun akademik 2018 UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali mengakomodasi calon mahasiswa dari kelompok anak berkebutuhan khusus (ABK). Salah satunya, Dalha Hodijah yang mengikuti ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN SGD Bandung jalur Mandiri dengan sistem Computer Based Test (CBT) di Lecture Hall (LH), Kampus I, Jalan A.H. Nasution 105, Cibiru, Bandung, Rabu (18/7).

Perempuan kelahiran Purwakarta, 09 Juli 2000 ini ikut test CBT sesi 1 dari pukul 07.30 WIB sampai 09:30 WIB dengan tiga pilihan program studi, yakni 1: Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, 2. Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora, dan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Kasubbag Humas UIN SGD Bandung, Drs. Rohman Setiaman, mengatakan, keikutsertaan Dalha dan kawan-kawan merupakan bentuk kepedulian UIN SGD Bandung terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Sikap ini, katanya, merupakan implementasi dari pasal 31 ayat (1) UUD 1945 bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

“Kami tidak diskriminatif. Siapa pun berhak mengikuti pendidikan di UIN, asal telah mengikuti dan memenuhi syarat serta ketentuannya,” jelas Rohman kepada “GM” di pelaksanaan PMB.

Menurut Rohman, sebanyak 12.015 peserta mengikuti ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN SGD Bandung jalur Mandiri yang dilaksanakan dari tanggal 18-28 Juli 2018. Jumlah tersebut, lanjutnya, dibagi menjadi 3 kelompok.

“Sebanyak 11.443 peserta mengikuti ujian CBT, 327 peserta berprestasi, 245 peserta tahfidz Quran minimal 5 juz, dan 46 peserta kelas internasional,” jelasnya.

Dikatakannya, pelaksanaan CBT dibagi menjadi 4 sesi; pukul 07.30-09.30, pukul 10.00-12.00, pukul 12.30-15.30 dan pukul 16.00-18.00. “Jadi semua peserta yang mengikuti tes Mandiri ini berjumlah 12.015 orang,” terangnya.

Dijelaskannya pula, setiap peserta ujian, baik kategori IPA maupun IPS mengikuti tes dengan materi potensi akademik, pengetahuan umum, pengetahuan bahasa, dan pengetahuan agama.

Rohman mengatakan, ujian mandiri hari pertama ini dibuka oleh Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Jaenudin, M.Ag didampingi oleh Kepala Bagian Akademik, Dra. Hj. Dina Mulyati, M.Pd, staf ahli Warek I Bidang Akademik, Dr. M. Erihadiana, M.Pd., dan Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data, Undang Syaripudin, M.Kom.(B.47)

Sumber, Galamedia 19 Juli 2018